Sub elemen : Konsistensi dan daya juang

Konsisten tempat: Menjalankan perilaku positif dan disiplin baik di pesantren, di rumah maupun di lingkungan lainnya

Muslim wajib mengerjakan sholat sebagai rukun Islam kedua setelah membaca syahadat. Ibadah ini harus dilakukan sesuai rukun dan syarat sah sholat agar sempurna dan diterima oleh Allah SWT.
Menurut para ulama, muslim perlu memperhatikan sholat agar sesuai rukun dan syaratnya karena sholat merupakan sarana perjalanan menuju Allah. Dalam istilahnya, 'As-shalat mi'raj al-mukminin' atau berarti sholat adalah kendaraan orang-orang yang beriman. Hal ini merujuk pada perjalanan Nabi Muhammad SAW ketika menghadap Allah SWT.

Photo Profil
Diverifikasi oleh: Irfan Amalee

  • Review rating
  • Review rating
  • Review rating
  • Review rating
  • Review rating
0 (0 Review) | 54 Kartu Diberikan | Terakhir Diupdate Tue, 12 Dec 2023

Deskripsi

Muslim wajib mengerjakan sholat sebagai rukun Islam kedua setelah membaca syahadat. Ibadah ini harus dilakukan sesuai rukun dan syarat sah sholat agar sempurna dan diterima oleh Allah SWT.
Menurut para ulama, muslim perlu memperhatikan sholat agar sesuai rukun dan syaratnya karena sholat merupakan sarana perjalanan menuju Allah. Dalam istilahnya, 'As-shalat mi'raj al-mukminin' atau berarti sholat adalah kendaraan orang-orang yang beriman. Hal ini merujuk pada perja

Muslim wajib mengerjakan sholat sebagai rukun Islam kedua setelah membaca syahadat. Ibadah ini harus dilakukan sesuai rukun dan syarat sah sholat agar sempurna dan diterima oleh Allah SWT.
Menurut para ulama, muslim perlu memperhatikan sholat agar sesuai rukun dan syaratnya karena sholat merupakan sarana perjalanan menuju Allah. Dalam istilahnya, 'As-shalat mi'raj al-mukminin' atau berarti sholat adalah kendaraan orang-orang yang beriman. Hal ini merujuk pada perjalanan Nabi Muhammad SAW ketika menghadap Allah SWT.

Rasulullah SAW menunaikan sholat dalam perjalanannya dari Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha. Harapannya, orang-orang beriman juga dapat merasakan pertemuan itu jika mereka tidak meninggalkan sholatnya.

Namun, amalan sholat bisa jadi kurang sempurna jika tidak sesuai rukun dan syaratnya. Maka dari itu, mari kita memperhatikan lagi rukun dan syarat sholat agar amalannya diterima oleh Allah.


Rukun Sholat
Rukun berarti hal-hal yang mendasar. Maka dari itu, sholat harus dikerjakan sesuai dasarnya seperti yang tertuang dalam Kitab Al-Fithrah karya Mustafa Al-Khin dan Musthafa Al-Bugha berikut.

معني الركن: ركن الشيء ما كان جزءاً أساسياً منه، كالجدار من الغرفة، فأجزاء الصلاة إذا أركانها كالركوع والسجود ونحوهما. ولا يتكامل وجود الصلاة ولا تتوفر صحتها إلا بأن يتكامل فيها جميع أجزائها بالشكل والترتيب الواردين عن رسول الله - صلى الله عليه وسلم

Artinya: Makna rukun. Rukun sesuatu ialah bagian mendasar dari sesuatu tersebut, seperti tembok bagi bangunan. Maka bagian-bagian shalat adalah rukun-rukunnya seperti rukuk dan sujud. Tidak akan sempurna keberadaan shalat dan tidak akan menjadi sah kecuali apabila semua bagian shalat tertunaikan dengan bentuk dan urutan yang sesuai sebagaimana telah dipraktekkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Dalam Islam, jumlah rukun sholat sejatinya bervariasi karena mendapat banyak pandangan dari para ulama. Namun, menurut Imam Abu Suja dalam Matan Al-Ghayah wa Taqrib ada 18 rukun sholat.

فصل" وأركان الصلاة ثمانية عشر ركنا النية والقيام مع القدرة وتكبيرة الإحرام وقراءة الفاتحة وبسم الله الرحمن الرحيم آية منها والركوع والطمأنينة فيه والرفع واعتدال والطمأنينة فيه والسجود والطمأنينة فيه والجلوس بين السجدتين والطمأنينة فيه والجلوس الأخير والتشهد فيه والصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم فيه والتسليمة الأولى ونية الخروج من الصلاة وترتيب الأركان على ما ذكرناه

Artinya: Pasal rukun-rukun sholat ada 18, yakni niat, berdiri bagi yang mampu, takbiratul ihram, membaca surah Al-Fatihah, rukuk, tumakninah, bangun dari rukuk dan iktidal, tumakninah, sujud, tumakninah, duduk di antara dua sujud, tumakninah, duduk untuk tasyahhud akhir, membaca tasyahhud akhir, membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW saat tasyahhud akhir, salam pertama, niat keluar dari sholat, dan tertib.

Berikut penjelasan mengenai rukun sholat.

Niat: Niat dibaca sebelum memulai sholat. Setiap sholat ada bacaan niatnya masing-masing, baik itu sholat fardhu lima waktu maupun sholat sunnah.
Berdiri bagi yang mampu: Sholat perlu dikerjakan secara berdiri bagi yang mampu. Jika tidak, boleh duduk, jika tidak juga, boleh tidur miring.
Takbiratul ihram: Takbiratul ihram adalah ucapan pertama dalam sholat. Jika sudah mengucapkannya, maka sholat telah didirikan dan muslim dilarang melakukan hal lain yang membatalkan sholat.
Membaca surat Al-Fatihah: Nabi Muhammad SAW menyatakan sholat tidak sah jika tidak membaca surat Al-Fatihah. Jika tidak mampu, boleh membaca surat lain yang diketahui. Jika tidak mampu juga, boleh berzikir dan membaca doa lain. Jika tidak juga, boleh diam beberapa waktu saat bagian membaca surat Al-Fatihah.
Rukuk: Rukuk merupakan sikap ketika badan membungkuk dan tangan berada di lutut.
Tumakninah: Tumakninah adalah keadaan tenang, bahkan persendian pun ikut tenang.
Bangun dari rukuk dan iktidal: Rukun sholat berikutnya adalah bangun dari rukuk dan melakukan iktidal atau menegakkan badan dan kemudian melakukan rukuk lagi.
Tumakninah: Usai melakukan iktidal, lakukan lagi tumakninah.
Sujud: Sujud adalah posisi ketika badan membungkuk hingga telapak kanan dan kiri, lutut kanan dan kiri, ujung kaki kanan dan kiri, serta dahi dan hidung menyentuh lantai.
Tumakninah: Jika sudah selesai sujud, lakukan lagi tumakninah.
Duduk di antara dua sujud: Duduk di antara dua sujud dilakukan usai tumakninah.
Tumakninah: Usai melakukan sujud, kembali lagi ke tumakninah
Duduk untuk tasyahhud akhir: Kemudian, lanjutkan dengan duduk untuk mengucap tasyahhud akhir.
Membaca tasyahhud akhir: Tasyahhud akhir berisi ucapan penghormatan kepada Allah dan pujian kepada nabi.
Membaca salawat kepada Nabi: Usai membaca tasyahhud akhir, lanjutkan dengan membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Salam pertama: Salam 'Assalamu'alaikum wa rohmatullah wa barokatuh' diucapkan sambil menghadap ke kanan dan ke kiri secara bergantian.
Niat keluar dari salat: Ucapkan niat keluar dari sholat setelah salam pertama.
Tertib: Tertib adalah sikap menunaikan sholat sesuai urutan rukunnya.

Syarat Wajib Sholat
Masih dalam penjelasan rukun dan syarat sah sholat Setelah memahami rukun-rukun sholat, berikut penjelasan mengenai syarat sah sholat. Menurut Syekh Muhammad bin Qasim dalam Kitab Fathul Qarib, syarat adalah hal-hal yang menentukan keabsahan sebuah sholat.

ما تتوقف صحة الصلاة عليه وليس جزأ منها. وخرج بهذا القيد الركن، فإنه جزء من الصلاة.

Artinya: (Syarat sholat adalah) hal-hal yang menjadi penentu keabsahan sholat, namun bukan bagian dari sholat. Berbeda dengan rukun yang merupakan bagian sholat.

Syarat ini terdiri dari dua bagian, yaitu syarat wajib sholat dan syarat sah sholat. Menurut Kitab Fathul Qarib, syarat wajib sholat terdiri atas tiga hal berikut.

فصل - وشرائط وجوب الصلاة ثلاثة أشياء الإسلام والبلوغ والعقل وهو حد التكليف

Artinya: Pasal syarat wajib sholat ada tiga: Islam, baligh, dan berakal. Demikian ini adalah batasan taklif (ketertuntutan syariat).

Berikut penjelasannya.

1. Islam
Sholat merupakan ibadah yang wajib bagi muslim atau pemeluk Islam. Maka dari itu, sholat merupakan rukun Islam kedua setelah membaca syahadat.

Mereka yang bukan muslim tidak wajib mengerjakan sholat. Begitu pula bagi mereka yang ingkar atau keluar dari Islam.


2. Balig
Balig artinya telah sampai pada batas kedewasaan. Anak-anak yang belum balig belum diwajibkan untuk menunaikan sholat karena juga masih mempelajarinya.

Namun, mereka yang sudah balig wajib menunaikan sholat sesuai rukun dan syaratnya.


3. Berakal
Berakal maksudnya mengerti tata cara sholat. Maka dari itu, sholat belum wajib untuk anak kecil yang belum mengerti apa-apa.

Begitu juga tidak wajib bagi mereka yang kehilangan akal atau memiliki gangguan jiwa karena tidak berakal.

Syarat Sah Sholat
Sholat tak sekadar melakukan gerakan-gerakan dan melafalkan bacaan tanpa sesuai dengan persyaratannya.

Ada lima syarat sah sebelum melakukan ibadah sholat. Syarat sah sholat adalah hal-hal yang menyebabkan sah-tidaknya sholat. Jika tidak memenuhi, maka sholatnya menjadi tidak sah.


فصل - وشرائط الصلاة قبل الدخول فيها خمسة أشياء طهارة الأعضاء من الحدث والنجس وسترالعورة بلباس طاهر والوقوف على مكان طاهر والعلم بدخول الوقت واستقبال القبلة

Artinya: Syarat sah sholat sebelum masuk ke dalam sholat ada lima: sucinya badan dari hadas dan najis, menutup aurat dengan pakaian yang suci, berada di tempat yang suci, tahu pasti akan masuknya waktu sholat, dan menghadap kiblat.

Berikut penjelasannya.

1. Suci badan dari hadas dan najis
Muslim yang menunaikan sholat wajib suci dari hadas dan najis atau hal-hal yang tidak membuat mereka suci untuk menunaikan ibadah tersebut.

Dalam Islam, ada dua jenis hadas, yaitu kecil dan besar. Hadas kecil misalnya urine dan kotoran yang tertinggal di dubur. Begitu juga dengan hilangnya kesadaran akibat pingsan, mabuk, dan lainnya.

Sementara hadas besar adalah keluarnya air mani usai berhubungan intim, keluar darah baik karena haid maupun nifas, dan lainnya.

Maka dari itu, sebelum sholat pastikan diri telah suci dari segala bentuk hadas dan najis tersebut. Untuk memastikannya, muslim dapat melakukan mandi wajib.


2. Menutup aurat dengan pakaian yang suci
Muslim juga perlu menutup aurat ketika hendak sholat. Aurat perempuan adalah seluruh bagian tubuh kecuali telapak tangan dan wajah. Sementara aurat laki-laki dari pusar sampai lutut.


3. Berada di tempat yang suci
Muslim juga perlu memastikan berada di tempat yang suci ketika hendak menunaikan sholat. Jangan sampai berada di tempat yang kotor dan penuh kemaksiatan.


4. Telah masuk waktu sholat
Sholat lima waktu memiliki waktu-waktunya yang khusus yang telah ditetapkan oleh Allah, sehingga sholat tidak diterima apabila dilakukan sebelum waktunya.

Penetapan waktu ini terkait dengan masuknya waktu dan rentang waktu sholat. Masuknya waktu sholat ditandai dengan berkumandangnya azan sesuai waktu sholat yang berlaku.

Allah berfirman dalam QS An Nisa: 103, "Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman."


5. Menghadap kiblat
Sholat harus dikerjakan dengan menghadap ke arah kiblat. Perintah ini termaktub dalam Al-Quran. Tujuannya agar muslim melakukan sholat sesuai keimanannya.

Selain itu, sholat menghadap kiblat dapat membuat anggota badan fokus dan khusyu pada satu arah. Begitu pula dengan hati agar khusyu tertuju hanya kepada Allah SWT.

Dalam Islam, kiblat sholat adalah Ka'bah yang merupakan simbol persatuan dan tempat menghadap yang diperintahkan oleh Allah.

Demikian penjelasan mengenai rukun dan syarat sah sholat. Semoga bermanfaat.

Syarat & Ketentuan

Tidak meninggalkan dua belas (12) rakaat pada sholat sunnah rawatib

Dampak dari Misi

Ummu Habibah berkata : saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang shalat dua belas rakaat pada siang dan malam, maka akan dibangunkan baginya rumah di surga

Ruang Aksi



Review Aa/teteh